Wawancara:
DR KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA. (Pengasuh Pondok Modern Gontor Putri I Mantingan Ngawi)
Bisa diceritakan bagaimana awal pembentukan pesantren putri Gontor?
Ini semua bermula dari tuntutan masyarakat atas eksistensi pesantren Gontor putra, terutama mereka-mereka yang punya anak di Gontor putra. Mereka kerap bertanya, “Terus anak saya yang putri bagaimana?”
Demikian pula dengan masyarakat lain yang mempunyai anak-anak perempuan yang juga ingin mereka mendapatkan pendidikan seperti di Gontor putra. Tuntutan ini sebenarnya telah mulai ada sejak tahun 1956, tiga puluh tahun setelah Gontor putra mulai dikenal. Sejak tahun berdirinya, 1926 Gontor putra tidak diakui oleh semua kalangan termasuk pemerintah.
Tapi para pendiri Gontor putra masih belum mau membangun pesantren putri, karena merasa belum mampu. Biarlah yang membangun pesantren putri itu orang lain. Maka realisasi pesantren putri ini baru dapat dilakukan setelah Trimurti, tiga orang pendiri Gontor wafat. Bermula dari tuntutan masyarakat kepada organisasi alumni Gontor yang disebut IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern).
IKPM inilah yang mengajukan kepada Gontor agar segera didirikan pesantren putri. Yang merealisasikannya adalah tiga orang pimpinan Gontor; KH Sukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Shoiman Lukmanul Hakim. Pembangunan asrama ini dimulai sejak tahun 1990, lima tahun sejak tiga pimpinan Gontor yang baru diangkat.
Tanah lokasi pesantren milik siapa?
Sebenarnya tanah lokasi pesantren Gontor putri I ini adalah adalah tanah wakaf warga yang akan digunakan untuk membangun kampus ISID (Institut Studi Islam Darussalam), fakultas syariah.
Berapa orang santri yang mendaftar pertama kali?
Santri awal berjumlah 150 orang. Pada awalnya di sini dibuat pesantren Ramadhan terlebih dahulu, sambil memberitahukan kepada calon wali santri bahwa pesantren Gontor putri sudah buka. Kebanyakan para santri putri ini datang melewati Gontor putra. Setahun kemudian, santri baru yang mendaftar sebanyak 300 orang, demikian pula tahun sesudahnya hingga terus bertambah hingga 1500 orang santri hingga sekarang.
Kurikulum dan sistem pendidikan Gontor putri apakah sama dengan Gontor putra?
Mesin pendidikan, sistem dan kurikulumnya sama persis dengan Gontor putra cuma disesuaikan dengan kondisi putri. Volumenya yang berbeda atau kandungan yang harus diberikan. Secara umum, Gontor putra dibuat untuk mencetak pemimpin masyarakat kalau di putri dicetak untuk menjadi pendamping pemimpin. Sebagai pendamping pemimpin, materi pendidikannya tidak sama semuanya. Sebagian sama, sebagian lagi tidak.
Kalau di Gontor diajarkan tentang kepemimpinan, di sini juga diajarkan tapi porsinya tidak banyak. Kalau di Gontor Putra diajarkan tentang kewirausahaan, di sini juga diajarkan, tapi sifatnya fardhu kifayah.
Kalau di Gontor Putra diajarkan untuk menjadi imam shalat, di sini juga diajarkan, tapi tidak untuk menjadi imam. Tapi agar mereka mampu mendidik anak-anaknya menjadi pemimpin atau imam ketika mereka sudah berkeluarga nantinya. Sebagai calon pendamping pemimpin atau pejuang, kita berikan semua materinya, tapi sesuai dengan kebutuhan dan fitrahnya sebagai wanita.
Guru-gurunya darimana?
Guru-guru awalnya adalah para asatidz alumni Gontor yang juga telah menamatkan pendidikan S1 di IPD (Institut Pendidikan Darussalam), cikal-bakal ISID sekarang. Insya Allah mereka sudah teruji, karena minimal mereka telah mengabdi selama delapan tahun di Gontor putra.
Bagaimana dengan kelulusan pertama Gontor putri?
Kelulusan pertama pada tahun 1995 karena ada santri-santri yang masuk kelas intensif (tajribi) yang memang masa pendidikannya lebih cepat dibandingkan dengan kelas normal yang enam tahun. Kelulusan pertama itu sejumlah 80 orang santri.
Pada tahun 1996 Gontor Putri I sudah kewalahan menerima santri, hingga pada akhirnya tahun 1999 membuka Gontro Putri II. Santri pertama Gontor Putri II mencapai 500 orang. Setahun kemudian menjadi 1500 orang. Setelah kian berkembang dan Gontor Putri I dan II tidak lagi memadai, kami akhirnya membuka Gontor Putri III, pada tahun 2003.*
Biodata
- Nama : DR KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA.
- TTL : Gontor, 24 Nopember 1956
- Ayah : KH Imam Zarkasyi (Pendiri Gontor Putra)
- Ibu : Siti Fartiyah
- Istri : Nihayah Akhwan
- Anak : 4 orang
- Saudara : Anak ke-8 dari 11 orang bersaudara
- Pendidikan :
- Pondok Modern Gontor tahun 1975.
- Universitas Islam Madinah tahun 1980 (Lc)
- Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir 1985 (Diploma Am)
- University of Punjab, Lahore, Pakistan 1991 (S2)
- University of Punjab, Lahore, Pakistan 1993 (S3)

Leave a comment