Thailand Belajar Cara Atasi Konflik

Pemerintah Thailand berencana akan mempelajari cara-cara yang diambil Indonesia dalam menangani pemberontakan di Aceh.

Kabinet negeri Gajah Putih itu, memerintahkan kementerian dalam negeri dan badan pemerintahan selatan untuk mempelajari model perdamaian antara RI-Aceh guna menyelesaikan konflik di wilayah selatan. Demikian, dikatakan juru bicara pemerintah Wichianchot Sukchotrat kepada AFP, Rabu (04/6).

Thailand selatan meliputi Provinsi Pattani, Yala dan Narathiwat, merupakan wilayah yang berpenduduk mayoritas beragama Islam. Ketiga provinsi itu dulunya adalah bagian kesultanan Melayu Muslim, hingga Thailand yang berpenduduk mayoritas beragama Budha mencaploknya tahun 1902.

Hingga saat ini ketegangan telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Aksi kekerasan yang terjadi kerap menimbulkan korban jiwa dari penduduk yang beragama Islam. Aksi kekerasan terbaru meletus Januari 2004.

Sementara itu, empat orang tewas dalam sebuah serangan bom, Selasa petang (03/6) pada acara tahunan yang diselenggarakan Palang Merah Thailand di Provinsi Yala. Seorang wanita Budha berusia 24 tahun tewas dan empat orang lainnya luka parah.

Polisi Yala menuding serangan ini dilakukan oleh kelompok separatis di seluruh Thailand selatan. Serangan bom ini dibalas oleh gerilyawan setempat dengan menembaki rumah-rumah orang Muslim saat mereka sedang shalat Magrib. Akibatnya, dua pria Muslim dan seorang wanita tewas seketika.

Para pejabat polisi Thailand selatan baru-baru ini mengumumkan jumlah korban yang tewas dalam aksi kekerasan sejak 2004 lalu mencapai 3.300 orang. Oleh karena itulah, pemerintah Thailand berusaha belajar dari Indonesia dalam menyelesaikan dan mengatasi konflik yang terjadi.*

Posted in

Leave a comment