Masjid yang Cenderung Kosong

Berlawanan dengan dugaan orang Belanda asli, tampaknya shalat di masjid yang dilakukan kaum Muslim Belanda sangat sedikit. Hanya sekitar 27 persen yang datang ke masjid setiap pekan.

Biro Pusat Stastistik Belanda CBS meneliti kunjungan ke gereja dan masjid umat beragama Belanda. Dari sekitar sembilan juta umat beragama, hanya 20 persen yang setiap pekannya datang ke gereja, masjid atau pun perkumpulan agama lain.

Dari tiga kelompok besar kaum beragama, Katolik, Protestan dan Muslim, tampaknya kaum protestan yang terdepan. Hampir sepertiga menyatakan setiap pekannya paling tidak sekali mengunjungi gereja.

Umat Katolik paling kurang perhatiannya terhadap gereja. Hanya 7 persen saja yang mengunjungi gereja. Tigapuluh persen kaum pria Muslim, menurut CBS, setiap pekannya mengunjungi masjid, sedang sebanyak 33 persen kaum pria Protestan tiap pekannya ke gereja.

Pakar keagamaan Anand Blank dari Universitas Groningen mengatakan kepada Radio Nederland, jumlah orang Muslim yang taat lebih kecil ketimbang dugaan orang. Baru-baru ini, Blank meraih gelar doktor setelah meneliti pendapat imam Belanda. Kendati demikian, Blank belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan apakah kaum Muslim menjauhkan diri dari masjid, karena belum meneliti secara mendalam.

Semakin tua usia seorang Muslim Belanda, semakin mereka berminat pada agama dan sering mengunjungi masjid. Tapi di kalangan muda Muslim yang dibesarkan di Belanda, kunjungan ke masjid justru menurun. Inilah yang dikeluhkan imam Belanda.

Menurut Anand Blank, kalangan muda memang berminat pada agama, tapi mereka menghindari masjid gaya lama, karena tidak kerasan di sana. Itu yang dilihatnya pada Masjid Polder Mohammed Cheppih di bilangan Amsterdam, Slotervaart.*

Posted in

Leave a comment