Kini umat Islam di Nepal semakin mudah mempelajari kandungan ayat-ayat suci al-Qur’an dengan selesainya penerjemahan lengkap al-Qur’an dalam bahasa Nepal.
Kehadiran terjemahan al-Qur’an ini ibarat secercah cahaya dalam usaha menyebarkan Islam di tengah-tengah Muslim Nepal dan penduduk berbahasa Nepal yang mendiami kawasan Asia Tenggara.
“Kami mengambil inisiatif untuk mengirimkan pesan Allah kepada penduduk Nepal lewat penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Nepal,” kata Maulana Nazrul Hasan Falahi, Presiden Nepal Islami Shang, organisasi yang menggarap terjemahan itu kepada IslamOnline.
Proyek penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Nepal diluncurkan pertama kali pada 30 Mei 2008, dalam sebuah upacara khusus di ibukota Katmandu. Acara itu dihadiri para pemimpin agama Hindu, Buddha dan Muslim, juga dihadiri tokoh-tokoh media, politisi, diplomat dan kalangan aktivis. Peluncuran itu menjadi headline media massa terkemuka di Nepal, baik cetak maupun elektronik.
Islami Shang, organisasi Muslim terkemuka di Nepal, meluncurkan proyek terjemahan ini sejak 5 tahun lalu dengan bantuan dana dari Akademi al-Qur’an London, organisasi internasional yang bergerak di bidang riset dan publikasi Islam.
Melibatkan para sarjana dan ahli bahasa yang bekerja keras untuk mempublikasikan kitab suci umat Islam di Nepal. Terjemah lengkap itu berisi 1.168 halaman disertai tulisan al-Qur’an dalam Bahasa Arab.
Nepal adalah negara Hindu, namun sejak 2006 parlemen melakukan amandemen konstitusi dan mendeklarasikannya menjadi negara sekuler. Menurut CIA Word Fact Book, umat Islam berjumlah 4,2 persen dari total 28 juta jumlah penduduk.
Terjemahan al-Qur’an ini diharapkan dapat menjangkau penduduk berbahasa Nepal di semenanjung Asia Tenggara. Selain sebagai bahasa keseharian orang Nepal, Bahasa Nepal juga digunakan di Bhutan, Myanmar dan beberapa wilayah India. Sekitar 2.000 copy terjemahan baru itu telah dicetak di New Delhi.*

Leave a comment