Setelah menentang rencana pembangunan sekolah Islam di Camden, kini warga Australia menentang rencana pembangunan pemakaman Muslim di lahan pemakaman bersejarah di Sidney Barat Daya.
Padahal Asosiasi Muslim Libanon (LMA) telah membayar $ 1,5 juta kepada Pemakamanan Anglikan St Thomas, di Narellan untuk lahan pekuburan yang terletak di dekat Camden itu.
“Gereja tidak berhak menjual tanah pemakaman di lahan pertama. Saya akan mendatangi anggota dewan kota, kalau tidak ke Walikota Camden,” kata Len English, dari Persekutuan Gereja St Thomas sebagaimana dikutip The Sidney Morning Herarld. Rencana pemakaman Muslim ini juga memicu penentangan penuh dari warga lokal.
“Saya tidak bermaksud menentang imigran. Kami semua tahu mereka harus memakamkan keluarga yang meninggal. Tapi saya kira mereka dapat mencari area sekitar dan menemukan lahan lain seperti agama yang lain di sini,” imbuh Len. “Kami memiliki pemakaman Katolik, pemakaman Gereja Inggris, kami juga punya pemakaman umum tak jauh di luar Camden.”
Sementara itu, Persiden LMA, Keysar Trad mengatakan, pemakaman menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Muslim karena mulai kehabisan jatah di pemakaman lain. “Sangat sulit mencari lahan lain,” ujarnya. “Kami harus membeli lahan itu dari pemeluk agama lain sedangkan mereka sendiri membutuhkan pula.”
Menurut Keysar, pemerintah telah gagal mengalokasikan lahan bagi Muslim di Sidney. “Itu membuat kami mencari lokasi alternatif. Dan akhir-akhir ini kami harus membayar untuk itu,” katanya.
Kota Camden sempat “terkenal” dan mencuat di berbagai pemberitaan media ketika warga lokal menolak keras rencana pembangunan sekolah Muslim di sana. Namun di sisi lain mereka memberkati konstruksi pendirian sekolah Katolik di kawasan tersebut.*

Leave a comment