Di tengah maraknya suasana ibadah Ramadhan 1429 H, masjid-masjid di Bulgaria malah banyak yang ditutup selama bulan puasa. Dalihnya, karena negara Eropa tengah itu memiliki sedikit imam untuk memimpin jamaah.
“Ada dua faktor utama yang menyebabkan masalah ini. Pertama, larangan pendidikan Islam yang menyebabkan keberadaan imam sangat berkurang. Kedua, sumber dana Rumah Fatwa (semacam MUI) yang terbatas untuk membayar honor imam,” ujar Mustafa Haci, Imam Besar Bulgaria kepada IslamOnline.net.
Kini di Bulgaria terdapat lebih dari 1.500 masjid. Sementara jumlah imam di bawah koordinasi Rumah Fatwa hanyalah 900 orang. Perbedaan yang sangat njomplang inilah yang menyebabkan sekitar 200 masjid di Bulgaria “libur” selama bulan suci Ramadhan.
Minimnya jumlah imam dan penutupan masjid terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketertarikan warga Bulgaria, baik Muslim maupun non-Muslim terhadap Islam.
“Pemuda Muslim Bulgaria bisa dikatakan berlipat di negara ini. Jumlah jamaah yang datang untuk shalat di masjid bertambah setiap hari, terutama di bulan suci Ramadan. Banyak warga non-Muslim yang tertarik terhadap Islam yang akhirnya bersyahadat,” ujar Mustafa.
Rumah Fatwa kini tengah melakukan upaya fisik untuk meningkatkan kesadaran penduduk Bulgaria akan Islam. “Kini kami sedang menerjemahkan banyak buku-buku Islam berbahasa Arab dan Turki ke dalam Bahasa Bulgaria untuk membantu orang memahami Islam lebih baik,” imbuh Mustafa.
Bulgaria merupakan satu-satunya negara di Eropa di mana Muslim tidak berasal dari imigran melainkan dari komunitas lokal sejak berabad-abad lampau. Sebagian adalah etnis Turki keturunan Dinasti Ottoman yang masuk ke Eropa. Menurut perkiraan resmi yang dikeluarkan pemerintah, pemeluk Islam mencapai 12 persen dari 7,8 juta total penduduk Bulgaria.*

Leave a comment