Salah seorang imigran Muslim di Belanda bernama Ahmed Aboutaleb dilantik menjadi Walikota Rotterdam, awal tahun ini. Pelantikan Walikota Muslim pertama itu menjadi tonggak baru bagi keberadaan minoritas Muslim di Eropa.
“Banyak orang yang merasa sangat tidak percaya di sebuah dunia di mana segalanya sedang berubah,” ujar Aboutaleb dalam pidato pertamanya usai pelantikan. “Kota ini bergerak cepat di bawah pendahulu saya. Rotterdam menjadi lebih aman dan orang-orang dapat mengetahuinya,” lanjut Aboutaleb sebagaimana dikutip AFP.
Aboutaleb, pria 47 tahun keturunan Maroko ini memenangi pemilihan walikota yang diselenggarakan Oktober tahun lalu. Ia mengkritik usaha-usaha yang mempertanyakan loyalitasnya terhadap Belanda karena kewarganegaraan ganda yang dimilikinya. “Secara fisik dan mental, saya memilih Belanda,” tegasnya.
Lahir di Beni Sidel di Maroko tahun 1961, Aboutaleb pindah ke Belanda saat berumur 14 tahun. Ia bekerja sebagai wartawan dan kemudian menjadi jurubicara menteri sebelum menjadi penasihat dewan kota di Amsterdam dan Hague. Tahun 1998 ia menjadi direktur organisasi Forum, sebuah institut yang berhubungan dengan multikulturalisme di Belanda.
Terpilihnya Aboutaleb sebagai walikota disambut dengan suka cita oleh kaum Muslimin di Belanda. Kemenangannya diharapkan dapat menjadi langkah baru untuk mempromosikan integrasi 16 juta Muslim di Belanda.
Aboutaleb berjanji akan mempromosikan rasa saling percaya di antara semua kalangan masyarakat. “Kepercayaan adalah sebuah ramuan keterpaduan sosial,” tandasnya.*

Leave a comment