Institut pertama untuk melatih para imam dan khatib di seluruh Amerika Latin akan segera diresmikan di Brazil. Pembangunan sekolah ini guna memenuhi kebutuhan akan sarjana-sarjana Islam.
“Institut akan membuka pintu Maret nanti,” kata Abdelbagi Sidahmed Osman, Direktur Eksekutif Latin American Institute for Islamic Studies, kepada IslamOnlinenet. “Ini akan menjadi yang pertama, tidak hanya di Brazil tapi di Amerika Latin.”
Berpusat di Kota Maringa, di utara negara bagian Parana, institut ini akan fokus pada pengajaran ilmu-ilmu keislaman dan pelatihan para imam. Lembaga pendidikan tersebut mempunyai 12 staf pengajar, enam orang di antara mereka berasal dari luar negeri. Sekolah tersebut dapat menampung 150-250 siswa lulusan sekolah menengah atas.
Para siswa akan dikenai biayai sebesar US $1000 yang terbagi dalam enam semester. “Sejauh ini, hanya para siswa dari Maringa yang boleh mendaftar. Tapi kami berencana akan membangun sebuah asrama untuk memungkinkan para siswa dari seluruh Brazil belajar di institut,” kata Osman.
Menurut situs institut tersebut, Brazil hanya mempunyai 50 imam, hanya sedikit dari mereka yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Portugis, bahasa resmi Brazil. “Kebanyakan imam-imam asing datang dari al-Azhar (Kairo),” tutur Osman. “Mereka tinggal di sini hanya untuk dua tahun. Hal ini tidak cukup untuk mengenal norma-norma dan bahasa negeri ini,” lanjutnya.
Menurut sensus terakhir tahun 2001, terdapat 27,239 Muslim di Brazil, negeri dengan penduduk paling padat di Amerika Latin. Tetapi Federasi Islam Brazili menyatakan jumlah orang-orang Muslim mencapai 1,5 juta jiwa.
Mayoritas Muslim Brazil adalah keturunan Syria, Palestina dan Lebanon. Mereka imigran yang telah menetap di negeri itu sejak Perang Dunia I dan tahun 1970-an. “Kami berharap, institut ini dapat mengisi celah yang ada,” kata Osman.*

Leave a comment