Beberapa tentara Perancis yang beragama Islam menolak tugas ke Afghanistan. Mereka mengaku dilarang memerangi sesama Muslim di negeri itu.
“Penolakan tugas dan misi ke Afghanistan karena alasan agama ini merupakan fenomena kecil. Tak lebih dari dari lima kasus per tahun,” kata Juru Bicara Militer Perancis, Kolonel Benoit Royal, kepada AFP.
Menurut Royal, para serdadu yang menolak ditempatkan di Afghanistan itu akan mendapatkan sanksi, dalam banyak kasus, dipecat dari angkatan darat.
Juru Bicara militer yang lain mengatakan, penolakan para prajurit itu menunjukkan kurangnya pemahaman mereka terhadap komitmen sebagai tentara untuk membela kepentingan dan nilai-nilai Perancis di mana saja.
Perancis mengirimkan 2.600 orang pasukan ke Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO. Sekitar 25 orang prajurit Perancis tewas dalam misi ini.
Awal Agustus 2008, 10 orang tentara Perancis tewas dan terluka dalam sebuah penyergapan yang dilakukan Taliban sekitar 40 mil timur ibukota Kabul. Empat orang serdadu itu dibunuh setelah diculik dalam sebuah pertempuran yang berlangsung selama dua hari. Kematian pasukan ini menggemparkan Perancis.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy telah menetapkan kebijakan luar negeri yang lebih pro-Washington ketimbang pendahulunya, Jacques Chirac.
Sarkozy juga telah menegaskan bahwa Perancis berkomitmen untuk terlibat dalam masalah militer dan upaya-upaya rekonstruksi di Afghanistan.*

Leave a comment