Akhir-akhir ini kita kian dibuat geram, marah, tersinggung, sakit hati dan segala macam kedongkolan lainnya melihat aksi Zionis Israel yang mengacak-acak Masjid al-Aqsha. Masjid bersejarah yang menjadi kiblat pertama umat Islam itu kini mulai ‘rapuh’.
Aqsha kini tertawan kebiadaban Israel di tengah lalainya bangsa Arab Muslim yang hanya berdebat kata. Aqsha akan runtuh bukan karena mitos Haikal Sulaiman, namun karena ketidakberdayaan kita menunjukkan sikap, sebuah perlawanan.
Al-Aqsha yang secara harfiah berarti “terjauh”, kian jauh dari jangkauan kaum Muslimin sebagai pewarisnya. Di sinilah kesewenang-wenangan yang melampaui batas itu menemukan titik didihnya, secara kasat mata.
Pelanggaran terhadap hak paling mendasar manusia –yang memuji Tuhannya– terjadi tanpa penghalang. Zionis Yahudi dengan sekehendak hatinya mengekang kebebasan beribadah umat Islam di Baitul Maqdis. Suatu hal yang mustahil terjadi terhadap agama lain, di tempat lain nun jauh di sana.
Walau demikian kita tidak boleh lemah, lengah, apalagi menyerah kalah. Jika orang-orang Yahudi telah bermimpi mendirikan negara dan berhasil mewujudkan mimpi mereka, maka kita juga harus bermimpi bahwa kita takkan melupakan Masjid al-Aqsha.
Al-Quds membutuhkan mujahid sejati seperti Umar bin Khatthab yang berhasil merebutnya dari tangan imperialis Romawi. Al-Quds memerlukan pejuang tangguh laksana Shalahuddin al-Ayyubi yang berhasil memerdekakannya dari tangan tentara Salib.
Jangan lupakan Aqsha, jangan lupakan saudara kita di Palestina. Negara-negara Arab tidak bisa diharapkan. Mereka hanya pandai beretorika namun nihil aksi nyata. Bantulah Aqsha semampu kita, minimal dengan doa.
Rasulullah saw bersabda, “Akan selalu ada sekelompok umatku yang tampil membela al-haq, dan akan mampu menghadapi musuh-musuh mereka. Tidak dibahayakan oleh orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka sampai datang kepada mereka keputusan Allah dan mereka masih tetap dalam kondisi seperti itu.” Para sahabat bertanya, “Di mana mereka itu ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis.” (HR Ahmad dan Thabrani).
Semoga kita menjadi bagian dari pembela kebenaran yang diisyaratkan Rasulullah, hingga keputusan Allah itu tiba.*

Leave a comment