12

Judul di atas bukan untuk menyebut selusin—satuan berjumlah dua belas biji. Bukan pula menisbahkan jumlah murid Yesus, apalagi rumus togel.

Angka 12 di atas adalah jumlah relawan Indonesia yang tergabung dengan ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara dalam kapal Mavi Marmara yang diserbu secara biadab oleh pasukan komando khusus Israel.

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, selayaknya kita bangga dan mengapresiasi keberanian dan keikhlasan mereka dalam membantu sesama Muslim yang terpenjara di Gaza.

Di tengah kebisuan, ketulian, dan kebutaan sebagian besar umat Islam di Jazirah Arab, kita  yang jauh dari Palestina masih bisa menunjukkan empati, kepedulian dan ukhuwah dalam bentuknya yang nyata.

Walau belum sempat masuk ke Gaza dan melakukan sesuatu, namun niat mereka yang suci telah tercatat sebagai amal shalih yang—insya Allah—bernilai pahala. Meski pulang sebelum sempat melakukan aksi kemanusiaan sebagaimana yang diikrarkan, namun kedatangan mereka telah membuktikan satu hal; Muslim Indonesia juga peduli dan prihatin dengan kondisi umat Islam di sana. Apa yang mereka perbuat telah ‘mengharumkam’ nama bangsa di mata dunia. 

Sayang di tengah gemuruhnya suasana kepulangan mereka, muncul pujian bernada satire dari seberang sana—dari sejumlah relawan asing. “Ya, Indonesia memang mengirimkan relawannya ke Gaza. Indonesia berhasil mengutus 12 orang relawan dari 250 juta warganya!”

Mendengar kata-kata ini, kebanggaan dan kehormatan yang sempat membuncah itu sedikit ternodai. Sindiran keras ini begitu menohok titik letal; 12 orang dari 250 juta penduduk. Seujung kuku pun, jumlah itu tak layak masuk dalam persentase. 

Angka yang sedemikian besar hanya mampu menyumbang belasan orang dalam menunaikan misi kemanusiaan. Sebuah misi yang tak melulu soal manusia, tapi juga kerja spiritual dalam bingkai jihad. Yang dalam sejumlah literatur disebut-sebut sebagai ibadah tertinggi dengan ganjaran terbesar pula.

Namun kita tak boleh patah semangat, apalagi putus asa hanya karena sebuah sindiran. Kita harus mampu membuktikan bahwa umat Islam Indonesia akan terus berjuang membantu kemerdekaan Palestina. Kita siap mengirimkan lebih banyak lagi relawan—mujahid—untuk membebaskan Gaza, memerdekakan Palestina!*

Posted in

Leave a comment