Diam berarti emas, itu kata pepatah. Tapi tak selamanya begitu. Adakalanya sikap diam justru ibarat besi berkarat, bahkan lebih buruk. Mendiamkan kemungkaran terjadi di sekitar kita misalnya, jelas bukanlah sikap yang baik. Tak laik disimbolkan dengan emas.
Ketika melihat kemungkaran, yang harus dilakukan adalah mengubahnya. Dengan tangan, lisan, maupun hati. Bukan mendiamkan tanpa berbuat sesuatu.
Hal inilah yang kerap terjadi sekitar kita. Kemungkaran dibiarkan berlalu tanpa ada yang mau mengubah atau menghentikannya. Contoh nyata, lagi-lagi tentang Palestina—khususnya Gaza—yang terdera oleh blokade Israel dan sikap diamnya pemerintah Mesir.
Negeri Fir’aun ini sama sekali tak berempati dengan kondisi yang terjadi di Gaza. Walau ribuan nyawa melayang akibat kebrutalan Israel, tetangga terdekat ini tak jua tergerak hatinya. Palestina dibiarkan menjadi samsak hidup yang terus-menerus dibogem Israel.
Justru empati dan simpati terhadap rakyat Gaza datang dari negeri nun jauh. Bukan dari negeri-negeri terdekat macam Mesir, Yordania, Suriah atau Lebanon. Tak heran jika warga Palestina kerap meneriakkan kata-kata, “Di manakah Arab?”
Namun teriakan itu hanya gema di udara. Akhirnya mereka tiada lagi peduli. Kata-kata pun berganti menjadi, “Kami tak butuh Arab. Kami akan melawan dan berjuang dengan atau tanpa mereka!”
Ikrar ini bukanlah keluh orang putus asa. Bukan pula tangis mereka yang kecewa. Ia adalah kesungguhan untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan atau pertolongan orang. Sebuah tekad membara yang jarang dimiliki bangsa lain.
Palestina memiliki sejarahnya sendiri dalam hal keberanian dan semangat jihad. Anda tak akan menemukan sikap meminta-minta pada diri mereka. Takkan pula menemukan sebentuk kepengecutan pada sorot mata mereka yang tajam.
Bahkan anak-anak kecil pun telah menunjukkan perlawanan. Bahwa tanah dan bumi Palestina harus dipertahankan dan diperjuangkan, dengan atau tanpa bantuan negara-negara Arab. Bagi mereka, al-Quds adalah milik kaum Muslimin. Dan tempat suci ini tidak boleh jatuh ke tangan orang lain.
Kita yang jauh tak layak bersikap diam seperti tetangga-tetangga terdekat itu. Mari membantu Palestina, membebaskan Gaza dari cengkeraman zionis Yahudi. Bantulah mereka, saudara kita di sana, minimal dengan doa. Tak hanya diam.*

Leave a comment