Direktur Jenderal Urusan Luar Negeri Beijing, Zhao Huimin, selaku tuan rumah KTT APEC 2014, menambahkan, dua prinsip kesejahteraan dan kemitraan yang lebih luas di kawasan akan menjadi landasan saat memetakan perencanaan ekonomi yang lebih spesifik pada 2014.
“Kemitraan lebih luas dan tercapainya kesejahteraan untuk kawasan adalah prinsip umum. Dan melalui prinsip tersebut kami akan memetakan lebih spesifik lagi,” kata Zhao.
Walau demikian, Zhao enggan menjelaskan lebih detil agenda ekonomi Cina yang akan diusung dalam KTT APEC 2014 yang bertemakan “Shaping the Future through Asia-Pacific Partnership” itu.
Menyambut KTT APEC 2014, Cina sebagai tuan rumah menggelar pertemuan para pejabat tinggi di Beijing, pada 20-21 Agustus 2013 lalu. Tujuan utama pertemuan ini untuk menyiapkan program komprehensif yang akan dibahas dalam pertemuan puncak pemimpin APEC pada 5-11 Nopember mendatang.
Dalam pertemuan yang berlangsung dua hari itu, pejabat tinggi dari 21 negara anggota APEC memfokuskan pembahasan pada tema “Shaping the Future through Asia-Pacific Partnership” dan tiga prioritas utama. Yakni, integrasi ekonomi regional dan pengembangan inovatif, reformasi dan pertumbuhan ekonomi, serta konektivitas komprehensif dan pembangunan infrastruktur.
Ketua Organizing Committee APEC Cina 2014, Yang Jiechi, mengungkapkan, anggota APEC telah mencapai konsensus yang komprehensif dalam pertemuan tersebut. Negara-negara anggota sepakat untuk meningkatkan semangat saling percaya, keterbukaan, inovasi, dan kebersamaan untuk memperkuat kerja sama Asia-Pasifik demi terwujudnya visi jangka panjang.
Jiechi menambahkan, ada sejumlah keputusan yang disepakati bersama. Misalnya menguatkan integrasi ekonomi regional Asia-Pasifik, memulai Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP), serta meningkatkan reformasi struktural ekonomi anggota APEC.
Cina vs Taiwan
Cina dan Taiwan tidak berencana membuat kesatuan ekonomi meskipun keduanya telah bertemu di sela-sela kegiatan KTT APEC 2013. “Kami tidak ada rencana membuat kesatuan ekonomi dengan mainland (Cina),” kata mantan wakil presiden Taiwan Vincent Siew, yang merupakan utusan khusus Taiwan dalam pertemuan tingkat tinggi itu.
Pernyataan Siew tersebut terkait dengan kelanjutan pertemuan antara dirinya dengan Presiden Xi. Pertemuan kedua petinggi itu bersejarah, sebab untuk pertama kalinya setelah 60 tahun—walau tidak secara resmi. Siew mengatakan Taiwan dan Cina sudah menjalin kerja sama ekonomi mendalam sejak beberapa tahun terakhir.
Kerja sama itu, menurut dia, semakin menguat setelah Taiwan-Cina menandatangani Economic Cooperation Framework Agreement (ECFA) sebagai tanda normalisasi hubungan ekonomi Taiwan dengan Cina. Namun, kata Siew, kerja sama Taiwan-Cina akan semakin ditingkatkan ke depannya, meskipun Taiwan tidak memiliki rencana untuk membuat kesatuan atau unifikasi ekonomi dengan Cina.
Walau demikian, Direktur Jenderal Departemen Informasi Internasional Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Manfred PT Peng, mengakui, negaranya tak bisa lepas dari Cina. Karena itu, kata dia, KTT APEC 2014 menjadi ajang penting bagi Taiwan untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara anggota terutama Cina.
Saat ini Cina dan Taiwan terikat dalam hubungan kerja sama ekonomi the Cross-Straits Economic Cooperation Framework Agreement (Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi Lintas Selat). “Kami terus berupaya menjalin komunikasi yang intens dengan Cina, terutama yang terkait dengan pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara,” katanya kepada Republika saat ditemui di Taipei, Taiwan beberapa waktu lalu.
Sejak bergabung di APEC, sambung Manfred, Taiwan turut berperan dalam sejumlah pertemuan dan menggelar beberapa simposium internasional di dalam negeri. Upaya-upaya ini dilakukan untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama ekonomi dengan sesama anggota APEC.
Forum APEC
Terdiri 21 negara yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Cina, Hong Kong, Taiwan, Meksiko, Papua Nugini, Chile, Peru, Rusia, dan Vietnam.
KTT APEC diadakan setiap tahun di negara-negara anggota. Pertemuan pertama organisasi APEC diadakan di Canberra, Australia pada 1989. APEC menghasilkan “Deklarasi Bogor” (Bogor Goals) pada KTT 1994 di Bogor yang bertujuan untuk menurunkan bea cuka hingga nol dan lima persen di lingkungan Asia Pasifik untuk negara maju paling lambat tahun 2010 dan untuk negara berkembang selambat-lambatnya tahun 2020.
Fakta Angka APEC
- Berjumlah 21 anggota.
- Menguasai 56 persen PDB dunia.
- 39,8 persen penduduk dunia ada di Asia Pasifik.
- Total PDB 2011 mencapai 38,9 triliun.
Kesepakatan APEC 2013
- Melipatgandakan upaya untuk mencapai Bogor Goals pada 2020.
- Meningkatkan perdagangan intra APEC melalui fasilitasi perdagangan, pembangunan kapasitas, dan fungsi sistem perdagangan multilateral.
- Mempercepat pembangunan fisik, institusional, dan konektivitas people to people.
- Menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai kekuatan yang seimbang, dalam hal pertumbuhan global, berkelanjutan, dan inklusif.
- Bekerja sama meningkatkan pangan regional, energi, dan sumber daya air.
- Memastikan sinergi APEC dan saling melengkapi dalam hal kerja sama multilateral dan regional lainnya, misalnya KTT Asia Timur dan G-20.
- Bekerja sama erat dengan sektor bisnis untuk mencapai tujuan perdagangan bebas dan terbuka, serta investasi.
Sumber: Pusat Data Republika/Sekretariat APEC 2013.

Leave a comment