Indonesia adalah negara penting di kawasan Asia Tenggara. Untuk itulah, Taiwan aktif melakukan pendekatan dan menjalin hubungan ekonomi dengan Indonesia.
“Hubungan ekonomi kedua negara saat ini berjalan sangat baik,” kata Direktur Jenderal Biro Perdagangan Luar Negeri Kementerian Ekonomi Taiwan, Jen-Ni Yang, saat ditemui Republika di kantornya di Taipei, Taiwan beberapa waktu lalu.
Kata-kata itu meluncur dari mulut Yang saat ditanya tentang hubungan perdagangan antara Taiwan dan Indonesia. Ke depan, ia melanjutkan, Taiwan berharap hubungan dengan Indonesia semakin erat, misalnya mengarah pada hubungan diplomatik.
“Tapi itu semua tergantung negara Anda. Sebab, negara Anda masih memegang prinsip kebijakan Satu Cina,” ujarnya seraya tersenyum. “Selama ini kami telah berhubungan baik dengan Indonesia, namun kenapa negara Anda masih saja memegang prinsip itu?”
Direktur Jenderal Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Taiwan Tom Chou juga menegaskan, Indonesia adalah negara ASEAN terpenting bagi Taiwan. Bukan saja hanya karena luasnya wilayah, namun juga karena jumlah penduduknya.
Dengan jumlah penduduk hampir 240 juta, Indonesia menjadi pasar penting bagi produk-produk Taiwan. “Walau belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, namun kami telah menjalin hubungan intensif di bidang perdagangan dan investasi,” katanya.
Menurut Chou, hubungan ekonomi antara Taiwan dan Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Ia menyebut salah satu investasi penting Taiwan di Indonesia adalah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kepulauan Morotai, Maluku. Di provinsi kepulauan tersebut, Taiwan berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan.
“Saat ini kami terus menjalin hubungan intensif dengan Pemerintah Indonesia untuk menjadikan Morotai sebagai salah satu pulau yang sejahtera secara ekonomi,” tuturnya.
Berdasarkan data Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia, pada 2013, nilai perdagangan antara Taiwan dan Indonesia mencapai 12,5 miliar dolar AS. Taiwan kini merupakan mitra dagang terbesar nomor sembilan bagi Indonesia. Rata-rata setiap tahun Taiwan mengekspor produk senilai 5 miliar dolar AS ke Indonesia.
Di lain pihak, Taiwan mengimpor barang dari Indonesia senilai 7 miliar dolar AS. “Artinya, tiap tahun, Indonesia mendapatkan surplus neraca perdagangan dengan kami sebesar 2 miliar dolar AS. Ini berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” ungkap Direktur Divisi Ekonomi Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia, YC Tsai.
Produk utama yang diekspor Taiwan ke Indonesia antara lain yang berhubungan dengan bahan bakar (biodisel), petrokimia, baja, dan produk teknologi informasi komunikasi. Ekspor produk bahan bakar dan baja Taiwan mencapai 40 persen dari total ekspor ke Indonesia. Begitu pula dengan investasi.
Hingga Juli 2014, akumulasi nilai investasi Taiwan di Indonesia mencapai 16,6 milar dolar AS. “Melihat nilai perdagangan dan investasi Taiwan tersebut, saya kira hubungan ekonomi antara Taiwan dan Indonesia terus berkembang,” sambung Tsai.
Melihat hubungan ekonomi yang berjalan baik selama ini, Tsai berharap kondisi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai pengusaha yang kerap melakukan hubungan bisnis dengan Taiwan, Jokowi dinilai sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh kedua negara.
“Saya kira pemerintahan Indonesia yang baru di bawah kepemimpinan beliau akan lebih pragmatis dan fleksibel,” kata Tsai. “Kami berharap kerja sama ekonomi dengan Indonesia akan semakin baik dan bergerak lebih cepat.”

Leave a comment