Sebagian besar pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) jarang memerhatikan pentingnya brand (merek) dalam usaha yang dijalankan.
Mereka bahkan merasa tak butuh brand. Hal inilah yang dinilai menyebabkan sulitnya produk UMKM Indonesia menembus pasar global, walau kualitasnya tak diragukan lagi.
Edukasi tentang pentingnya creative branding terhadap pelaku UMKM sudah dilakukan berbagai pihak. Salah satu keluhan yang kerap terdengar dari para pelaku UMKM adalah branding membutuhkan biaya yang mahal. Dan acapkali tak berbanding lurus dengan laba yang didapatkan.
Selain itu, ada sejumlah aspek lain yang menjadi alasan mengapa creative branding sering tak diindahkan oleh pelaku UMKM. Namun ketika pandemi Covid-19 menyerang, creative branding melalui saluran alternatif macam internet dan media sosial tidak bisa disepelekan lagi.
Memenuhi kebutuhan UMKM akan pentingnya memoles branding dan desain, kehadiran agensi desain kreatif seperti Studio Yord dinilai sangat membantu. Startup ini telah berkontribusi membantu para pelaku UMKM melalui penciptaan rantai nilai merek produk. Selain pendekatan kreatif terhadap pelaku UMKM, Studio Yord juga memetakan pangsa pasar yang cocok untuk produk yang bersangkutan.
“Studio Yord dengan tagline ‘helping local businesses thrive through branding and design’ berupaya membantu UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang dengan cara branding dan desain,” kata CEO Studio Yord, Andre Edfan, dalam talkshow “Pahlawan Digital UMKM” yang disiarkan melakui akun IG @KemenkopUKM, Kamis, 3 September 2020.
Dalam pandangan Andre, UMKM di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Produknya menarik, kualitasnya juga bagus. Yang luar biasa, kata dia, orang Indonesia itu demikian beragam sehingga produk-produk yang dihasilkan pun sangat unik. Indonesia terkenal dengan kulturnya yang beraneka rupa.
Namun yang jadi masalah, sambung Andre, adalah bagaimana cara mengkomunikasikan kehebatan dan keunggulan produk tersebut sehingga market bisa percaya. Kadang orang memiliki produk yang bagus,namun ia tak bisa menjualnya ke pasar. Konsumen tak tahu di mana letak keunggulan produk tersebut.
“Dengan branding dan desain yang menarik, kita bisa menyampaikan ke pasar bahwa produk ini adalah produk unggul, menarik, unik dan layak dicoba. Jadi yang kita lakukan adalah mem-branding, mendesain, juga mengatur sosial media dan strategi pemasarannya,” beber Andre.
Andre tak menampik jika pelaku UMKM selama ini menganggap branding sebagai momok karena dianggap berbiaya mahal. Selain soal bujet, problem lainnya adalah belum banyak orang yang tahu tentang branding. “Jadi problemnya ada dua, yakni soal biaya dan pengetahuan tentang branding. Padahal, UMKM bisa ‘naik kelas’ dengan branding,” tegasnya.
Penyampai pesan
Andre juga menekankan tentang vitalnya peran branding bagi UMKM. Branding laiknya seorang messengeratau sang penyampai pesan. “Benar jika orang beranggapan bahwa yang penting adalah soal produk, tapi yang juga penting adalah bagaimana membuat market itu percaya dengan produk tersebut,” ujarnya.
Studio Yord, lanjut Andre, akan menganalisis produk UMKM tersebut kira-kira akan laku di pasar mana. Setelah mengetahui di mana pangsa pasarnya, maka yang dilakukan adalah mem-branding dan membuat desain yang menarik. Studio Yord juga akan menyusun strategi pemasaran yang tepat sehingga dapatmemikat perhatian konsumen. Jadi intinya, tegas Andre, Studio Yord lebih membantu ke arah koneksi atau menyampaikan pesan.
Menurut Andre, ada tiga variabel penting yang perlu diperhatikan dalam bisnis; produk, brand, dan marketing-nya harus bagus. Jika tiga hal ini tak bisa dikombinasikan, maka akan terjadi ‘kekacauan’. Formula yang perlu diperhatikan UMKM dalam menyelaraskan ketiga variabel tersebut adalah dengan memulai dari produk.
“Kita harus bisa memastikan bahwa produk ini bagus dengan meminta pendapat jujur dari orang-orang di sekeliling. Setelah mendapatkan produk yang bagus, baru masuk ke branding dan marketing,” tandas Andre.
Pahlawan Digital
Sebagai bentuk apresiasi kepada para Pahlawan Digital UMKM dan menjaring lebih banyak lagi inovator muda, Putri Tanjung berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi & UKM dan Sekretariat Kabinet membuat kegiatan workshop dan talkshow “Pahlawan Digital UMKM”.
Program ini bertujuan untuk menemukan dan mendukung lebih banyak lagi tech start up, SaaS, dan gerakan sosial yang membantu UMKM terdigitalisasi. Tak hanya mencari para Pahlawan Digital, program ini juga memberikan pelatihan kepada para inovator muda untuk bisa lebih berdaya, serta memberi apresiasi kepada para inovator yang selama ini telah membantu UMKM.
Menurut Putri, kaum muda berperan penting dan dapat berkontribusi dalam pembangunan. Mereka punya semangat yang luar biasa. Ia mengajak para inovator muda tersebut untuk bergabung dalam Pahlawan Digital UMKM. Perkembangan info terkait Pahlawan Digital UMKM bisa dipantau di akun Instagram @pahlawandigitalumkm, @kemenkopukm, dan @putri_tanjung.
Putri juga menyadari pentingnya peran inovator-inovator muda dalam memberdayakan UMKM di masa mendatang. “Mereka punya ide cemerlang untuk membantu UMKM. Kenapa kita tidak mencari lebih banyak lagi inovator-inovator muda untuk membantu lebih banyak lagi UMKM,” ucapnya.*

Leave a comment