Budaya Pop Islam membedah tentang musik, film, buku (penerbitan) dan sinetron. Mulai dari musik gambusnya Nasyida Ria hingga Dewa dan Opick. Dari film Titian Serambut Dibelah Tujuh-nya Asrul Sani hingga Rindu Kami Padamu-nya Garin Nugroho. Dari buku La Tahzan hingga novel Ayat-Ayat Cinta. (more…)

Catatan Silang
Jurnalis dan advokat yang mengayuh pedal.
-

-

Sore itu, usai mengambil buku memoar 168 Jam-nya Meutya Hafid pada salah satu rak di toko buku Gunung Agung, Tunjungan Plaza Surabaya, saya menyusuri rak majalah yang terletak di bagian pinggir kiri toko, dekat dengan pintu masuk. (more…)
-

Minoritas warga Muslim di Norwegia tengah berencana melakukan pembangunan masjid pertama di wilayah Arctic (Kutub Utara).
Surat kabar Norwegia Termsoa melaporkan bahwa seorang pengusaha Saudi menyumbangkan uang sebesar 20 kroner Norwegia (2,82 juta dolar AS) untuk pembangunan masjid tersebut.
Masjid yang direncanakan dibangun di kawasan seluas satu hektar ini akan menjadi masjid pertama di Kutub Utara.
Dalam isi berita surat kabar itu juga disebutkan, seorang wanita bernama Sandra Mary Moo, yang merupakan salah satu anggota organisasi Islam menyebutkan, sumbangan tersebut diterima dalam sebuah pertemuan di London dari seorang pengusaha asal Arab Saudi yang menolak mengungkapkan identitasnya.*
-

Komunitas Muslim di Rivervale, Australia Barat berencana membangun pusat perumahan dan rekreasi khusus buat Muslim senilai 10 juta dolar.
Jurubicara Dewan Islam Australia Barat, Rahim Ghauri mengatakan, jamaahnya memiliki konsep rencana desain arsitektur untuk pengembangan perumahan, parkir bawah tanah dan gedung pertemuan untuk acara pernikahan, konferensi, acara-acara keagamaan dan kegiatan rekreasi.
Ghauri menolak klaim yang menyatakan bahwa pengembangan tersebut dilakukan untuk mengisolasi komunitas Muslim dari masyarakat sekitarnya. Ia menyatakan, pembangunan kompleks tersebut akan digunakan untuk mengajarkan Islam kepada kaum muda agar dapat menjadi warga Australia yang baik.
Menurut Ghauri, proyek ini akan menyediakan rumah dengan harga terjangkau bagi Muslim dan menjadi tempat akomodosi pertama bagi siswa-siswa dan pendatang baru yang akan membantu mereka berintegrasi dengan masyarakat.
Dana pembangunan kompleks ini berasal dari sumbangan dermawan Muslim baik di Australia maupun seluruh dunia, dan hingga kini telah terkumpul sebesar 100,000 dolar.
Menurut Penasihat Dewan Agama Islam Australia Barat, Abdul Jalil Ahmad, akan sangat bermanfaat bagi kelompok-kelompok atau etnik yang berbeda agama untuk memisahkan tempat tinggal mereka agar adat dan tradisi mereka tidak mengganggu tetangganya.
“Hal ini ideal bagi tiap kelompok etnik karena Anda dapat berurusan dengan yang lain dengan cara yang lebih mudah,” kata Ahmad sebagaimana dikutip The West Australian.
“Di Afrika Selatan, karena Apartheid, semua komunitas yang berbeda telah dibentuk dan berjalan lancar. Tetap membuat orang-orang terpisah. Kita dapat bersama-sama dalam berkontribusi bagi masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.*
-

Salah seorang imigran Muslim di Belanda bernama Ahmed Aboutaleb dilantik menjadi Walikota Rotterdam, awal tahun ini. Pelantikan Walikota Muslim pertama itu menjadi tonggak baru bagi keberadaan minoritas Muslim di Eropa. (more…)