Kasak-kusuk Yoga di Negeri Jiran (2-habis)

Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) juga meminta komisi fatwa di tiap negara bagian untuk bertemu guna membahas putusan NFC sebelum diajukan kepada para sultan dan penguasa Malaysia untuk disetujui.

Direktur Jenderal JAKIM, Datuk Wan Mohamad Datuk Sheikh Abdul Azis mengatakan, implementasi fatwa tersebut harus mengikuti proses legal formal sebelum diundangkan di tiap negara bagian.

“Tidak ada beda perbedaan pendapat atas fatwa yoga (di antara otoritas agama Islam), tapi kami ingin tahu bagaimana hal itu bisa diimplementasikan. Oleh karena itu, komisi fatwa negara bagian harus membahas masalah ini sebelum diajukan kepada para sultan dan penguasa Malaysia,” kata Abdul Azis.

Pro-kontra yoga

Keputusan NFC yang mengharamkan yoga telah menimbulkan pro dan kontra di negeri jiran itu. Siti Suheila Merican, seorang pelatih yoga yang telah berkarir selama 30 tahun mengatakan, isu itu tidak perlu dibesar-besarkan karena banyak umat Islam di Timur Tengah yang melakukan olahraga ini tanpa ada perselisihan.

“Yoga memang seharusnya dilakukan tanpa perlu membaca doa atau mantera dan meditasi yang menyatukan diri dengan Tuhan,” katanya.

Yoga, lanjut Merican, merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesehatan yang telah menjadi gaya hidup populer dan meluas di mancanegara, baik di negara muslim maupun non-muslim. Pusat-pusat kebugaran Yoga bahkan merebak di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan menjadi sebuah gaya hidup sehat.

Yoga telah dipraktikkan sejak 3000 tahun sebelum Masehi dan dipercaya dapat menunda penuaan, mengurangi resiko diabetes, asma, dan penyakit lain yang terkait dengan serangan jantung.

 Meditasi ala yoga ini juga mendapatkan dukungan dari Sister of Islam (SIS), sebuah organisasi Islam moderat di Malaysia. Norhayati Kaprawi, Manajer Program SIS mengatakan, banyak muslim di Malaysia melakukan yoga sebagai suatu olahraga untuk menjaga kesehatan.

“Tidak ada dalam pikiran saya bahwa yoga menjadi penyebab seorang muslim menjadi Hindu atau mengurangi keyakinannya terhadap Islam. Yoga hanyalah sebuah olahraga seperti qigong atau tai chi yang akarnya Buddha,” kata Norhayati sebagaimana dikutip harian The Star.

Norhayati menyayangkan fatwa tersebut karena menyatakan seolah-olah yoga menjadi ancaman Islam. “Seharusnya NFC lebih fokus pada isu-isu besar seperti politik uang atau korupsi yang juga merebak di umat Islam,” ujarnya.

SIS telah mengadakan kelas yoga mingguan sejak setahun lalu. Dan munculnya fatwa ini bukan merupakan masalah bagi mereka, SIS akan tetap menggelar latihan yoga.

Kasak-kusuk pengharaman yoga ini turut juga mengundang komentar mantan perdana menteri Malaysia, Tun DR Mahathir Mohamad. Mahathir mendesak berbagai pihak agar tidak mengubah putusan NFC tersebut.

“Jika NFC percaya bahwa yoga itu salah, maka hal itu salah. Sangat disayangkan jika orang lain menganggap hal itu merupakan penghinaan terhadap agama mereka,” kata DR Tun, panggilan akrab Mahathir.

DR Tun mengatakan, hal-hal yang terlarang bagi seorang muslim bukan berarti penghinaan terhadap orang lain. Dia juga meminta masalah fatwa ini tidak dibuat menjadi isu agama.

“Saya sangat menyayangkan orang-orang yang ingin membuat masalah ini menjadi isu agama. Secara pribadi, saya tidak tidak peduli apakah Anda berdiri di atas kepala atau di atas kaki. Ini juga tidak berarti bahwa dengan mempraktekkan yoga Anda otomatis menjadi non-muslim,” tegasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi meminta semua pihak untuk memahami isi fatwa pengharaman yoga yang ditetapkan NFC tersebut dan tidak memutarbalikkan fakta yang dapat membingungkan publik. Muslim yang mempraktikkan yoga dan tidak membaca mantera-mantera dapat meneruskan aktivitasnya selama itu baik buat kesehatan mereka.

“Saya ingin menyatakan bahwa latihan fisik tanpa embel-embel penyembahan di dalamnya dapat diteruskan. Artinya, hal itu tidak dilarang. Saya percaya bahwa seorang muslim tidak akan mudah goyah keimanannya,” kata Badawi sebagaimana dikutip Bernama.Pada saat yang sama, Badawi juga meminta non-muslim agar tidak merasa tersakiti dan tersinggung oleh fatwa pengharaman yoga karena itu hanya berlaku bagi muslim.

“Yang saya pahami dari keputusan NFC adalah bahwa tujuan fatwa itu untuk menjelaskan kepada kaum muslimin implikasi dari praktek yoga,” tandas Pak Lah, panggilan karib Badawi.*

Posted in

One response to “Kasak-kusuk Yoga di Negeri Jiran (2-habis)”

  1. […] “Saya akan mengadakan pertemuan khusus dengan Dewan Agama Islam Negeri Malaka (MAIM) untuk mendiskusikan masalah ini,” kata Rustam. “Seharusnya kaum muslimin mengikuti bentuk-bentuk latihan lain yang tidak berdampak terhadap keimanan mereka. Kaum muslimin juga harus mengikuti fatwa yang telah diputuskan oleh dewan fatwa nasional tersebut,” ia menyarankan. (bersambung) […]

    Like

Leave a reply to Kasak-kusuk Yoga di Negeri Jiran (1) | Catatan Silang Cancel reply